Rental EV Diprediksi Jadi Lini Bisnis Baru Mobil Anak Bangsa

Rabu, 16 September 2026 | 17:42:01 WIB
CEO PT Mobil Anak Bangsa Indonesia Kelik Irwantono berbicara dalam Coffee Morning bertema "Building a Resilient Automotive Ecosystem Beyond EV Amid Global Supply Chain Shift" yang digelar CNBC Indonesia bersama DBS Indonesia, Rabu (16/9/2026).

BALANS.ID — PT Mobil Anak Bangsa Indonesia menilai bisnis rental kendaraan listrik bakal tumbuh jadi lini usaha tersendiri seiring daya beli masyarakat yang belum mengejar harga EV. Perusahaan menyiapkan pembangunan ekosistem infrastruktur sebagai kunci untuk menekan biaya dan memperbesar daya saing.

CEO PT Mobil Anak Bangsa Indonesia Kelik Irwantono menyatakan pasar rental EV di Tanah Air berpotensi menjadi bisnis baru. Pasalnya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik dinilai belum sebanding dengan kemampuan belanja konsumen.

Pernyataan itu disampaikan Kelik dalam Coffee Morning bertema "Building a Resilient Automotive Ecosystem Beyond EV Amid Global Supply Chain Shift" yang digelar CNBC Indonesia bersama DBS Indonesia, Rabu (16/9/2026).

Daya Beli Jadi Penghambat Utama

Kelik menyebut pasar EV Indonesia belum bergerak secepat yang diharapkan industri. Perusahaan pun memilih mengikuti irama pasar ketimbang memaksakan volume produksi.

"Jadi market rental ini akan menjadi bisnis yang baru. Ujungnya pasti daya saing kita akan semakin besar. Itu saya rasa," kata Kelik dalam forum tersebut.

Menurutnya, lonjakan harga minyak dunia dan solar ikut mengubah peta permintaan. Sektor komersial, terutama kendaraan operasional di area tambang, mencatat pertumbuhan permintaan yang cukup tajam.

"Supaya efisien kita mengikuti pasar. Memang pasar EV kenaikan minyak di dunia ini. Terutama kendaraan komersial itu adalah kenaikan harga solar. Kita lihat pasar di tambang ini tiba-tiba demand-nya tumbuh," ujar dia.

Strategi Bangun Ekosistem Sendiri

Untuk merespons permintaan itu, Mobil Anak Bangsa menyiapkan pendekatan ekosistem terintegrasi. Infrastruktur pengisian daya menjadi prioritas pertama karena dianggap penentu kelayakan operasional kendaraan listrik komersial.

"Ini kita siasati dengan create ecosystem. Create ecosystem itu apa? Satu, kita pasti menggantikan teman-teman. Karena kuncinya adalah infrastruktur. Itu yang kita lakukan," tambah Kelik.

Kelik mengakui perusahaannya belum mampu bersaing langsung dengan pemain berskala besar. Struktur biaya antar pemain berbeda jauh, sehingga pemain besar punya keunggulan ekonomi skala yang sulit dikejar.

"Jadi mereka secara economic of skill saya pasti sudah mampu. Jadi cost mereka itu pasti jauh lebih menang," kata dia.

Karena itu, Kelik berharap pemerintah memastikan produk yang dijual di Indonesia memenuhi standar yang diterima pasar. Regulasi yang jelas dinilai bisa membuat persaingan lebih sehat bagi produsen dalam negeri.

Ekosistem EV Diminta Jalan Bareng

Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) Dhery Rachman menekankan pentingnya kenyamanan konsumen sebelum mendorong peralihan ke kendaraan listrik. Tensi geopolitik global juga memberi tekanan pada rantai pasok baterai, mineral, conductor, dan teknologi.

"Jadi sebelum ke tantangan terbesarnya adalah bagaimana konsumen bisa nyaman dulu. Ditambah lagi, tidak bisa dipungkiri dengan tensi geopolitik saat ini juga berpengaruh pada ekosistem baterai supply-nya, mineral-nya, conductor, dan teknologi," ungkap Dhery.

Meski begitu, AEML melihat tekanan tersebut justru membuka ruang diversifikasi rantai pasok di dalam negeri. Sinkronisasi antar komponen dinilai masih jadi titik lemah.

Dhery menyoroti empat area yang harus bergerak bersamaan: baterai, charging, pembiayaan, dan bengkel. Jika salah satu tersendat, seluruh ekosistem ikut terdampak.

"EV itu mesti bareng-bareng, kalau ada satu yang terhambat maka akan berpengaruh. Menurut kami kita berjalan bareng-bareng, kita bisa berjalan sekali lebih cepat," pungkas Dhery.

Bagi pelaku usaha, model rental disebut bisa menjadi jembatan sementara di tengah daya beli yang belum pulih. Skema ini memungkinkan operator komersial memakai kendaraan listrik tanpa harus menanggung beban pembelian unit secara penuh.

Tags

Terkini