JAKARTA — Fithra Faisal menilai pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan tidak terkait dengan persoalan kinerja. Menurutnya, kabar yang menyebut keputusan itu akibat ekspektasi Presiden Prabowo Subianto yang tidak terpenuhi tidak berdasar.
Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti bintang sepak bola yang ditarik keluar pelatih sesaat setelah mencetak gol. Fithra menegaskan, tidak ada masalah dalam kepemimpinan ekonomi di bawah Purbaya.
Pertumbuhan Ekonomi Semester I di Atas Rata-rata 10 Tahun Terakhir
Sebagai bukti kinerja ekonomi tidak bermasalah, Fithra memaparkan sejumlah data pencapaian makroekonomi. Pertumbuhan ekonomi nasional disebut berada di jalur positif sepanjang paruh pertama 2026.
"Kalau kita lihat bagaimana pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I sebesar 5,61 persen, kuartal II sebesar 5,29 persen, dan secara rata-rata semester I mencapai 5,45 persen. Itu sudah di atas rata-rata 10 tahun terakhir," ujar Fithra.
Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan fondasi ekonomi tetap kokoh meski terjadi pergantian di kursi Menteri Keuangan. Ia menilai capaian itu cukup untuk membantah narasi kegagalan target ekonomi.
Analogi Mbappe dan Mourinho untuk Gambarkan Situasi Purbaya
Fithra memakai perumpamaan sepak bola untuk menjelaskan situasi yang menimpa Purbaya. Ia menyebut Purbaya seperti pemain yang baru mencetak dua gol, tetapi justru ditarik keluar oleh pelatih.
"Bayangkan dalam sebuah pertandingan sepak bola, Kylian Mbappe mencetak dua gol, dan ketika dia sedang merayakan gol, tiba-tiba (pelatih) Mourinho langsung memanggilnya untuk melakukan pergantian pemain. Itu yang juga terjadi dengan Pak Purbaya, tidak ada masalah. Beliau adalah pencetak gol ulung," kata Fithra.
Lewat analogi itu, ia menegaskan bahwa pergantian bukan indikasi kegagalan. Purbaya dinilai tetap berperan besar dalam menjaga arah kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi.
Bantahan atas Narasi Ekspektasi Presiden yang Tak Terpenuhi
Fithra secara khusus menampik kabar yang menyebut pencopotan Purbaya akibat tidak dapat memenuhi ekspektasi Presiden Prabowo. Menurutnya, narasi itu tidak sesuai dengan fakta ekonomi yang ada.
Ia menekankan, data pertumbuhan yang dipaparkan menjadi bukti bahwa kinerja ekonomi di bawah kepemimpinan Purbaya tidak bermasalah. Bantahan ini disampaikan di tengah ramainya spekulasi soal alasan pergantian menteri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lanjutan soal alasan pencopotan tersebut. Publik menantikan penjelasan dari pihak Istana terkait keputusan itu.