BALANS.ID — Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengusulkan status "anggota asosiasi" Uni Eropa dalam pidatonya di Parlemen Eropa di Strasbourg, membuka peluang warga Kanada hidup, bekerja, dan belajar di 27 negara anggota. Usulan itu disambut antusias oleh sebagian warga Kanada yang lelah dengan ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat. Namun status tersebut belum ada dalam kerangka hukum UE dan butuh persetujuan seluruh negara anggota.
Mark Carney menyampaikan pidato di hadapan anggota Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis. Ia menyebut Kanada dan Eropa "lebih kuat bersama" dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai "keretakan geopolitik".
Usulan ini menjadi bagian dari upaya Ottawa memperluas cakrawala ekonomi setelah hubungan dagang dengan Washington memburuk. Hingga 72% ekspor Kanada selama ini mengalir ke Amerika Serikat.
Isi Usulan: Mobilitas Warga dan Kerja Sama Pertahanan
Carney mendorong apa yang disebutnya sebagai penguatan hubungan antarmasyarakat. Ia ingin kaum muda di kedua sisi Atlantik bisa hidup, bekerja, dan belajar di wilayah mana pun yang mereka pilih.
"Kita harus memperdalam hubungan antarmasyarakat, memungkinkan kaum muda kita hidup, bekerja, dan belajar di mana pun mereka mau di kedua sisi Atlantik," kata Carney di depan anggota Parlemen Eropa.
Selain mobilitas warga, Carney menyerukan kerja sama lebih erat di bidang pertahanan dan energi. Ia menyambut ambisi UE menjadikan Kanada sebagai "anggota asosiasi" pertama blok tersebut.
Status Anggota Asosiasi: Belum Ada dalam Hukum UE
Status "anggota asosiasi" saat ini tidak dikenal dalam kerangka hukum Uni Eropa. Penerapannya bisa memakan waktu bertahun-tahun karena membutuhkan persetujuan 27 negara anggota.
Rincian konkret rencana Carney juga masih minim. Dua anggota parlemen oposisi dari Partai Konservatif meminta penjelasan lebih lanjut soal apa yang sebenarnya akan dikerjakan Kanada dan UE.
"Bisa jadi ini proposal konkret yang bermakna. Atau bisa jadi hanya kata-kata dan suasana belaka," ujar Adam Chambers, anggota parlemen untuk Simcoe North, Ontario, dalam wawancara dengan BBC.
Chambers menyinggung perjanjian perdagangan Comprehensive Economic and Trade Agreement (Ceta) antara UE dan Kanada yang hingga kini masih menunggu ratifikasi sejumlah negara anggota UE.
Warga Kanada: Peluang Kerja dan Studi di Eropa
Sejumlah warga yang ditemui BBC di Toronto menyambut positif gagasan tersebut. Miriam Levin-Gold, seorang komuter, menilai usulan itu bagus untuk kaum muda yang ingin menjelajahi berbagai belahan dunia.
"Saya pikir itu bagus untuk anak muda menjelajahi berbagai bagian dunia dan bekerja di tempat berbeda serta mendapat pengalaman berbeda," katanya kepada BBC di Toronto.
Alex Nash dari Montreal menyebut hubungan yang lebih erat akan menghapus hambatan visa kerja dan izin tinggal. "Tentu akan sangat menyenangkan jika itu lebih mudah, lebih praktis, dan bisa berkunjung lebih gampang," ujarnya.
Topik ini ramai dibahas di media sosial Kanada. Seseorang di grup Facebook A Canadian Outlook menyatakan ingin cucunya bisa kuliah di universitas Eropa dengan biaya lebih murah. Seorang perempuan lain menyebut usulan ini akan memudahkan urusan rumahnya di Prancis.
Ketegangan dengan AS Dorong Warga Melirik Eropa
Sentimen ini mencerminkan ketidakpuasan warga Kanada terhadap ketegangan bilateral dengan Amerika Serikat. Perang dagang Presiden AS Donald Trump dan retorika soal aneksasi menjadi pemicunya.
David Jardine, yang tumbuh besar di Kanada, mengaku dulu menganggap AS bukan sekadar tetangga, melainkan pusat budaya. "Saya ingat ingin sekali mengunjungi New York," katanya kepada BBC usai shift malamnya di dekat CN Tower, Toronto.
Namun sikapnya berubah setelah perang dagang dan retorika Trump soal aneksasi. "Saya rasa bukan hanya lebih masuk akal berasosiasi dekat dengan Eropa, tapi Eropa adalah tempat yang lebih saya pilih untuk berasosiasi mengingat keadaan saat ini," ujarnya.
Maggie Stainton, pengelola pub C'est What di kawasan St Lawrence Market, Toronto, terharu saat berbicara soal hubungan Kanada-AS yang merenggang. "Terlalu volatil dengan Amerika Serikat. Saya merasa ada stabilitas di Eropa," katanya.
Stainton menambahkan bahwa selama ini warga Kanada dipaksa merasa lebih Amerika karena pengaruh budaya yang kuat. "Tapi jauh di dalam hati, saya lebih condong merasa Eropa dalam gagasan dan cita-cita saya," ujarnya.
Mayoritas Warga Dukung Hubungan Lebih Dekat dengan UE
Survei Abacus Data yang dilakukan sebelum pidato Carney menemukan 80% warga Kanada menilai negaranya harus memperdalam kerja sama strategis dengan UE. Lebih dari separuh merasa lebih dekat ke Eropa ketimbang Amerika.
Data sensus 2021 mencatat lebih dari separuh penduduk Kanada melaporkan memiliki keturunan Eropa. Faktor ini membuat UE secara alami menjadi mitra yang cocok.
Carney, mantan gubernur bank sentral Kanada dan Inggris, terpilih dengan janji tidak hanya bersikap tegas terhadap Trump, tetapi juga memperluas horison ekonomi Kanada.
Meski hubungan dengan Eropa menguat, sejumlah warga tetap menilai hubungan dengan AS tidak boleh runtuh. Ahmed Khalil, yang sudah 40 tahun tinggal di Ontario, menyebut Amerika selalu menjadi tetangga.
"Saya tumbuh di sini. Sudah 40 tahun saya di Kanada, di Ontario, dan Amerika selalu jadi tetangga," katanya. Membangun jembatan dengan Eropa tetap masuk akal baginya.